31 Dec 2016 | STYLE
Natural Dye Sebagai Alternatif Pewarnaan Terkini
natural dye

Warna dalam kain atau pakaian bisa didapatkan dengan banyak metode. Di antaranya ada warna yang diproduksi secara alami, ada yang dibuat secara sintetis. Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Sekarang pewarna sintetis lebih banyak dipakai karena lebih praktis dan bisa dilakukan dalam jumlah besar. Beda sekali dengan pewarna natural yang perlu tahap-tahap yang cukup rumit.

Pewarnaan natural sendiri sudah ada sejak lama, dan meski sudah tidak umum dipakai, pewarnaan ini sendiri tetap mendapat tempat. Selain warna yang dihasilkan lebih unik dan lebih awet, pewarnaan natural juga ramah terhadap lingkungan. Pewarna sintetis memang ditengarai memiliki kandungan kimia yang berbahaya. Warna yang luntur dianggap mencemari air, terutama saat proses produksi ketika kain yang sudah disepuh dicuci di sungai.

Secara bisnis memang pewarnaan natural tidak efisien. Untuk opsi seperti indigo, butuh lahan besar untuk tanaman yang menjadi bahan pewarna. Dengan proses berlapis, waktu pengerjaan juga tidak memungkinan bahan pakaian jadi lebih murah. Maka, tidak perlu heran jika pakaian dengan natural dye memiliki harga di atas rata-rata. Meski begitu, efeknya terhadap lingkungan tentu lebih baik.

Natural dye seperti pada indigo batik memiliki warna yang lebih unik dan lebih tahan lama. Lewat pewarnaan natural, pakaian terlihat juga lebih royal. Dengan identitas pewarnaan alami yang selaras dengan alam, maka pakaian seperti ini akan mendapat nilai lebih dibanding pakaian lain. 

NurZahra termasuk salah satu yang getol mendalami teknik pewarnaan alami. NurZahra mampu melahirkan karya yang fenomenal, stylish, tanpa harus merusak lingkungan. Silahkan cek di halaman jual batik online di situs NurZahra.


More Stories
04 Nov 2017 - COLLABORATION
Introducing Oscalito premium knit wear from Turin, Italy see more
03 May 2017 - SHARE

NurZahra's Boutique